Selasa, 23 Desember 2008

Semua butuh proses….

Dalam satu tandan pisang, tak semua buahnya matang secara serentak. Ada diantaranya yang masih berwarna hijau tua. Maka, sang petani ada kalanya harus menyimpannya kembali beberapa saat menunggu hingga matang semuanya.

Pisang yang telah matang dan pisang yang terlambat matang, kelak akan memiliki rasa yang sama yakni memiliki rasa pisang. Meskipun waktu untuk menjadi matang pada pisang berbeda-beda…

Begitulah kita..tak mungkin semuanya sama. Ada kalanya menurut ukuran kita, suatu masalah dapat diselesaikan hanya dengan beberapa menit saja. Tapi bagi orang lain belum tentu, ia butuh waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan belum sampai pada kesempurnaan. Namun pada akhirnya, hasil yang didapatkan tetap dapat dirasakan. 

Dalam hidup ini tak seorang pun sempurna pada bingkai kemampuannya. Karena di antara kita memang tidak sama dan serupa, kita dilahirkan berbeda, hidup di lingkungan berbeda, pada kondisi yang berbeda dan segala hal yang berbeda. Yang mesti diingat adalah bahwa setiap orang memiliki kesamaan keinginan dan memiliki hak yang sama dalam mendapat kesempatan, betapapun itu harus dipergilirkan. Karenanya, percuma saja memperdebatkan suatu ketidaksamaan, perbedaan, dan ketidakcocokan dengan orang lain, karena kita tak akan mendapat titik temu.

Sungguh tak ada yang sempurna di antara kita, maka janganlah rendah diri…semua butuh proses menjadi lebih baik…..



Maafkan Aku Bila Aku Mengeluh

Hari ini, di sebuah bus, aku melihat seorang remaja tampan dengan rambut sedikit ikal. Aku iri melihatnya. Dia tampak begitu ceria, dan aku sangat ingin memiliki gairah hidup yang sama. Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan. Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu. Namun ketika dia lewat .... ia tersenyum. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku.

Aku berhenti untuk membeli sedikit kue. Anak laki-laki penjualnya begitu mempesona. Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira. Seandainya aku terlambat sampai di kantor, tidaklah apa-apa. Ketika aku pergi, dia berkata, 'Terima kasih. Engkau sudah begitu baik.
Menyenangkan berbicara dengan orang sepertimu. Lihatlah, aku buta.' Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua mata. Dunia ini milikku.

Lalu, sementara berjalan. Aku melihat seorang anak mirip bule dengan bola mata biru. Dia berdiri dan melihat teman-temannya bermain sepak bola. Dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata, 'Mengapa engkau tidak bermain dengan yang lain, Nak ?' Dia memandang ke depan tanpa bersuara, lalu aku tahu dia tidak bisa mendengar. Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh. Aku punya dua telinga. Dunia ini milikku. 

Dengan dua kaki untuk membawaku ke mana aku mau. Dengan dua mata untuk memandang mentari dan bukit-bukit. Dengan dua telinga untuk mendengar desir angin dan segala bunyi.

Ya Allah, maafkan aku bila aku mengeluh.....



Mencari Kebahagiaan

Suatu hari di sebuah sungai yang cukup jernih, hiduplah seekor ikan kecil muda usia. Saat itu, siang sangat terik, Sang Ikan mencari bagian sungai yang ternaungi pohon yang rindang. Sesekali dipukulkannya ekornya pada air di sekelilingnya. 

Saat Sang Ikan sibuk dengan air yang menciprati tubuhnya, tiba-tiba terdengarlah suara dari balik rimbun pepohonan, “Ayah, indah sekali pemandangan di sini, yach! Pepohonan begitu rimbun, dan air sungai ini begitu jernih,” seru seorang anak kecil pada ayahnya.

“Yach … Alhamdulillah … itulah kebesaran Allah, Nak! Ia menciptakan sesuatu tanpa cela, hanya manusia saja yang kurang bersyukur” kata Sang Ayah sambil mengelus kepala anak kecil itu dengan lembut.

“Katanya air itu sangat penting, ya, Yah? Dan … tanpanya kita semua akan mati?” tanya anak kecil itu pada ayahnya.

“Ya, benar! Air itu sangat penting bagi kita. Setiap makhluk hidup membutuhkan air dan oleh karena itu kita bisa mati tanpa ada air dalam kehidupan kita, seperti juga ikan kecil itu!” seru Sang Ayah sambil menunjuk ikan kecil.

Si ikan kecil yang mengikuti percakapan antara ayah dan anak itu mendadak menjadi gelisah. “Air, apa itu air? Di mana dapat kutemukan air? Bagaimana juka aku mati bila aku tak dapat menemukan air secepat mungkin? tanya si ikan dalam hatinya sambil berenang dengan panik. Si ikan kecil berenang tanpa kenal henti.

Ketika ikan kecil mendekati hulu sungai, bertemulah ikan kecil tersebut dengan seekor ikan “sepuh”. Setelah menyampaikan salam kemudian ikan kecil itu bertanya, “Wahai ikan sepuh, dapatkah kau tunjukkan padaku, di mana air? Aku mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kita akan mati!” seru Si ikan kecil.

Ikan sepuh tersenyum bijak, kemudian berkata, “Anakku, tentu saja aku tahu di mana air, sekarang coba kau lihat samping kanan dan kirimu, lihat sekelilingmu, apa yang kau lihat?”

“Ya, ada benda yang mengelilingiku tiap waktu, kadang ia tenang dan bergelombang, dia membantuku untuk berenang, dia yang membasahi tubuhku, menghilangkan dahagaku, dan aku bisa mati kekeringan tanpa kehadirannya,” gumam Si ikan kecil.

Ikan sepuh tersenyum lagi, “Ya, itulah air yang kau cari selama ini, anakku. Itulah air yang membuat kita semua dapat mati bila hidup tanpa kehadirannya.

Si ikan kecil tertegun, kemudian tersenyum, “Terimakasih, ikan sepuh. Sekarang aku bisa menghentikan proses pencarianku. Aku bahagia bisa menemukan apa yang aku cari. Ternyata benda yang sangat penting yang selama ini aku cari sudah berada bersamaku sejak dulu tapi aku tidak menyadarinya,” ucap Si ikan kecil. Si ikan kecil kemudian memutar siripnya setelah sebelumnya berpamitan kepada ikan sepuh.

KITA MANUSIA, SERINGKALI TAK KUNJUNG MERASA PUAS AKAN PENEMPATAN YANG ALLAH BERIKAN PADA KITA. Dan kita seringkali tak sadar bahwa mungkin sebenarnya saat kita melakukan pencarian, ketika kita sedang letih … sebenarnya kita justru sedang menjalani kebahagiaan tersebut.

Karena kita seringkali tertipu, dengan arus air yang tidak selamanya tenang, karena kebahagiaan pun seringkali tidak mesti berwujud ketenangan. Karena kebahagiaan pun seringkali berwujud “riak-riak ombak” dalam kehidupan kita…. Tapi kita akan merasa bahagia bila kita nikmati dan lalui dengan sabar


Kekuatan Itu Dari Allah

Kesadaran akan keterlibatan Allah bukan suatu alasan yang menyebabkan kita malah malas. Tidak berusaha karena hanya berharap pada takdir Allah. Justru seharusnya hal ini menjadi suatu dorongan kuat bagi kita. Inilah yang akan menjadi motivasi kita. 

Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari kesadaran kita akan keterlibatan Allah, yaitu: 

Kekuatan
Siapa yang bisa melawan takdir Allah? Jika kita ditakdirkan berhasil siapa yang bisa
mencegahnya? Berlaku juga untuk sebaliknya kalau kita ditakdirkan untuk kecewa
atau sedih meski kita tidak melakukan apa-apa, kekecewaan atau kesedihan pasti
menghampiri kita. Sehingga tidak ada pilihan bagi kita kecuali untuk berusaha. 

Sabar
Orang yang meyakini akan takdir Allah, dia akan selalu sabar setiap musibah
menimpanya, karena semuanya dari Allah. Dia akan menyambut musibah itu dengan
tegar, setegar gunung atau setegar karang diterjang ombak laut. Tanpa goyah sedikit
pun. 

Sungguh indah apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib r.a.: “Hai bapak Fulan,
sesungguhnya jika engkau bersabar, engkau telah melewati takdirmu, dan engkau
mendapatkan pahala. Tetapi sekiranya engkau bersedih hati, sesungguhnya takdir
tetap saja berlaku, dan engkau mendapatkan dosa.” 

Ridha dan Qana’ah
Kita akan ridha terhadap apa yang diberikan Allah dan qanaah akan rezeki yang Dia
berikan kepada kita. Sehingga kalau kita sudah berusaha tetapi takdir bicara lain,
kita akan ridha dengan kegagalan yang dia alami, karena semua dari Allah. Tidak
ada alasan untuk tidak ridha. 

Pengaruh dari sikap ini dia akan bersungguh-sungguh mencari rezeki dan dengan
cara yang benar. 

Menerima Apa Adanya
Orang yang yakin dengan takdir, dia akan menerima apa yang diberikan Allah
kepadanya. Sikap ini akan melahirkan kekuatan jiwa, tidak akan kecewa, sedih,
putus asa, dan sikap-sikap cengeng lainnya. Dia yakin apa yang terjadi pada dirinya
adalah yang terbaik bagi dia. 

Memiliki Harga Diri
Orang yang yakin akan takdir Allah akan memiliki harga diri karena yakin apa yang
dia miliki bukan berasal dari manusia tetapi dari Allah semata. Jika pun ada peran
manusia, itu hanya sebagai perantara saja. Harga diri ini akan menjadi sumber
kekuatan luar biasa, sehingga dia bisa mencurahkan segenap potensinya. 

Berjiwa Tenang dan Damai
Orang yang yakin akan takdir, akan yakin pula bahwa segala musibah tidak akan
membuatnya takut dan ciut. Dia tenang terhadap apapun yang akan dan telah terjadi
karena semua kehendak Allah. Dia tidak akan ragu melakukan apapun karena hasil
adalah keputusan Allah setelah dia berusaha. Dia tidak akan menyesali masa lalu,
dia yakin dengan masa kini, dan berani menghadapi hari esok. 

Berorientasi ke Depan dan Doing The Best
Orang yang yakin akan kekuatan Allah, sabar, ridha, qana’ah, menerima apa adanya,
memiliki harga diri, tenang, dan damai terhindar dari penyesalan masa lalu, berani
menghadapi realitas, bebas dari rasa pesimis, dia tidak mendapatkan jalan lain
kecuali berorientasi ke depan menuju yang lebih baik, bertumbuh, dan melakukan
pekerjaan sebaik mungkin.

Tentang Laki-Laki Sejati

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang
lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia
dihormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia
menghormati orang-orang yang dia sayangi dan di sekitarnya...

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang
bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya
perempuan yang memuja, tetapi komitmennya
terhadap perempuan yang dicintainya....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel
yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia
menghadapi lika-liku kehidupan....

Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya
membaca kitab suci, tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca....

Laki-laki sejati juga bukan dilihat dari materi,
pekerjaan, karir dan jabatannya tetapi dari ketulusan hati....

Laki-laki sejati bukan dilihat dari kuatnya kedua
kaki dan tangannya ketika menopang beban yg
lebih berat dari tubuhnya, tp dari kemampuannya
untuk bangkit setelah ia 'terjatuh', meski ia terjatuh
direlung yg terdalam dihidupnya....

Laki-laki sejati bukan hanya dilihat dari
kemampuannya mengucapkan kata-kata indah yg
menggetarkan hati, bukan pula dari
kemampuannya melantunkan syair-syair pelipur lara.

Laki-laki sejati adalah ketika ia diam, ia berpikir.
ketika ia memandang ia mengambil pelajaran.
danketika dia bersikap, tingkah laku dan ucapannya
menentramkan jiwa, mengajarkan kepada orang yang dia sayangi
dan orang-orang disekitarnya akan indahnya hidup
berdampingan, dengan penuh kasih sayang....

Senin, 22 Desember 2008

Hati-hati, Gigi Berlubang Bisa Berakibat Fatal!


MEMILIKI gigi yang bersih dan rapi adalah dambaan setiap orang. Namun tak sedikit orang yang jarang memperhatikan kesehatan dan kebersihan giginya. Padahal, jika berlubang dan tidak diperhatikan atau ditangani, nyawa bisa menjadi taruhannya.

Sebisa mungkin orang merawat giginya sehingga tidak terjadi kerusakan, atau bahkan pembusukan ketika kerusakan sudah menembus ke akar gigi. "Biasanya orang akan mencabut gigi tanpa pergi ke dokter dan sisa gigi yang tidak dicabut itulah menjadi busuk," ungkap drg Denny Sidiq Hudayah, Sp.BM.

Gigi busuk dapat memproduksi cytokine yang bisa merangsang sel sisa pembentuk gigi (epitel rest) mengalami proliferasi menjadi banyak. Sel-sel sisa itu membentuk kumpulan. Bila kumpulan tersebut semakin besar, aliran darah tidak mampu mencapai bagian tengah, sehingga bagian tersebut tidak mendapat cukup pasokan nutrisi. Akibatnya, terjadi kerusakan jaringan di bagian tengah.

Lubang gigi dapat disebabkan oleh bakteri penghasil asam yang dapat merusak gigi. Asam yang diproduksi tersebut dapat mempengaruhi mineral gigi sehingga menjadi sensitif pada PH rendah. Sisa makanan yang tertinggal dan menempel di gigi juga dapat menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Sisa makanan yang menempel itu difermentasikan dengan cara mengubah gula menjadi asam-asam organik. Jika diabaikan terlalu lama, asam tersebut dapat berkembang menjadi bakteri yang menggerogoti gigi.

Kuman yang kerap menjadi penyebab terjadinya gigi berlubang adalah streptococcus mutans, sebuah kuman berbentuk bulat yang mudah tumbuh di dalam mulut. Kuman ini akan menghasilkan cairan lengket dan menjadi media yang baik bagi kukman lain yang menyebabkan gigi berlubang.

Selain streptococcus mutans, ada pula staphylococcus, yaitu kkuman berbentuk batang yang menyertai kuman streptococcus mutans. Kuman-kuman ini biasanya tumbuh pada sisa-sisa makanan yang membusuk. Lambat laun, kuman bertambah banyak dan menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi.

Bahaya

Menurut drg Denny, kuman yang bersarang di gigi berlubang bisa menembus ke pembuluh darah dan akhirnya mengumpul di jantung. Bakteri yang mengalir mengikuti peredaran darah dapat memproduksi enzim tertentu yang mempercepat terbentuknya bekuan darah, sehingga bisa mengeraskan dinding pembuluh darah. Selain itu, bakteri juga bisa menempel pada lapisan lemak di pembuluh darah yang mengakibatkan plak. Jika plak semakin tebal, aliran darah ke jantung akan terhambat.

"Ini merupakan vikal infeksi yang juga dapat mengakibatkan cacat muka. Rasa sakit itu juga timbul ketika akan mengunyah, terlebih jika ada ada rangsangan spontan," terangnya.

Pasien bisa meninggal dunia jika hal itu terus didiamkan selama bertahun-tahun. Karena dapat menimbulkan sepsis atau nanah pada akar gigi.

Pengobatan

Biasanya gigi yang sering berlubang adalah gigi sulung (gigi anak) karena struktur giginya lebih tipis dan kecil dibandingkan dengan gigi dewasa (gigi tetap). Untuk mengetahui ada-tidaknya lubang pada gigi, rabalah sekeliling gigi dengan lidah. Ada baiknya melakukan pengecekan ke dokter jika mengalami migrain atau pegal-pegal di bagian leher secara kontinyu dan tidak sembuh-sembuh. "Biasanya akan dilakkukan pemeriksaan seperti rontgen," jelasnya.

Flour yang sangat dibutuhkan oleh lapisan email juga telah lama diyakini dan digunakan secara luas untuk pencegahan gigi berlubang dan busuk. Flour ini efektif pada masa pertumbuhan dan perkembangan gigi. Flour ini terdapat di dalam garam, susu, vitamin dan pasta gigi, sayur-sayuran, buah-buahan, minuman, ikan dan daging. Tapi kadar yang tertinggi ditemukan dalam ikan teri, sawi, dan teh.

Sabtu, 20 Desember 2008

Cinta Lagi.....Cinta Lagi....

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..


jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..

jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…

jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..